Tampilkan postingan dengan label jilid 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jilid 3. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Mei 2013

Isim Mabni


  الأسماءُ كلُّها معربةٌ ما عدا الفِئاتِ الآتية:
Isim-isim seluruhnya mu'rob kecuali golongan isim berikut ini:



Isim-isim semuanya mu'rob kecuali golongan isim berikut:

1. Addomaa-ir (jamak dari dhomir  = kata ganti)
    misalnya: 
--  Huwa, hum, anta, antum, anaa, dzahabtu, qoolu-u (ini domir-domir yang rofa')
    kenapa rofa'...? karena posisinya sebagai subjek.

--  roaitu-hu, as-alu-ka, dlorob-ni (ini dlomir-dlhomir yang nashob)
    kenapa nashob..? karena posisi dhomir sebagai maf'ulumbih. 
    misalnya roitu-hu...hu di situ adalah     kata ganti dia yang posisinya sebagai objek. Kita tahu Objek selalu nashob....

-- kitaabu-hu (susunan idlofah), hu disitu adalah jer karena dia sebagai mudhofun ilaih. Demikian pula untuk daftaru-Ha, dan ismu-Ka. sedangkan 'alai-Ha dan la-Naa, majrur karena adanya huruf jer.

selanjutnya silahkan anda lihat dalam teks di atas jenis-jenis isim mabni sudah jelas sekali. Sebagai pandauan juga lihat di sini http://durusul-arobiyah.blogspot.com/2013/01/isim-murob-dan-isim-mabni.html

Rabu, 15 Mei 2013

I'RAB ISIM


إِعْرَاب اْلاِسْم
I'RAB ISIM

I'rab ialah perubahan baris/bentuk yang terjadi di belakang sebuah kata sesuai dengan kedudukan kata tersebut dalam susunan kalimat. Pada dasarnya, Isim bisa mengalami tiga macam I'rab yaitu:
1. I'RAB RAFA' ( رَفْع ) atau Subjek; dengan tanda pokok: Dhammah ( ُ  )
2. I'RAB NASHAB ( 
نَصْب ) atau Objek; dengan tanda pokok: Fathah ( َ   )
3. I'RAB JARR ( 
جَرّ ) atau Keterangan; dengan tanda pokok: Kasrah ( ِ   )

Perhatikan contoh dalam kalimat di bawah ini:
جَاءَ الطُّلاَّبُ= datang siswa-siswa
رَأَيْتُ الطُّلاَّبَ
= aku melihat siswa-siswa
سَلَّمْتُ عَلَى الطُّلاَّبِ
= aku memberi salam kepada siswa-siswa
Isim الطُّلاَّب (=siswa-siswa) pada contoh di atas mengalami tiga macam I'rab:
1) I'rab Rafa' (Subjek) dengan tanda Dhammah di huruf akhirnya ( الطُّلاَّبُ )
2) 
I'rab Nashab (Objek) dengan tanda Fathah di huruf akhirnya ( الطُّلاَّبَ )
3) 
I'rab Jarr (Keterangan) dengan tanda Kasrah di huruf akhirnya ( الطُّلاَّبِ )
Alamat I'rab seperti ini dinamakan Alamat Ashliyyah (عَلاَمَات اْلأَصْلِيَّة) atau tanda-tanda asli (pokok).

Perlu diketahui bahwa tidak semua Isim bisa mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata. Dalam hal ini, Isim terbagi dua:
1) ISIM MU'RAB ( اِسْم مُعْرَب ) yaitu Isim yang bisa mengalami I'rab. Kebanyakan Isim adalah Isim Mu'rab artinya bisa berubah bentuk/baris akhirnya, tergantung kedudukannya dalam kalimat.
2) ISIM MABNI ( اِسْم مَبْنِي ) yaitu Isim yang tidak terkena kaidah-kaidah I'rab. Yang termasuk Isim Mabni adalah: Isim Dhamir (Kata Ganti), Isim Isyarat (Kata Tunjuk), Isim Maushul (Kata Sambung), Isim Istifham (Kata Tanya).
Perhatikan contoh Isim Mabni dalam kalimat-kalimat di bawah ini:
جَاءَ هَؤُلاَءِ
= datang (mereka) ini
رَأَيْتُ هَؤُلاَءِ= aku melihat (mereka) ini
سَلَّمْتُ عَلَى هَؤُلاَءِ= aku memberi salam kepada (mereka) ini
Dalam contoh-contoh di atas terlihat bahwa Isim Isyarah هَؤُلاَءِ (=ini) tidak mengalami I'rab atau perubahan baris/bentuk di akhir kata, meskipun kedudukannya dalam kalimat berubah-ubah, baik sebagai Subjek, Objek maupunKeterangan. Isim Isyarah termasuk diantara kelompok Isim Mabni.
Bila anda telah memahami baik-baik tentang pengertian I'rab dan tanda-tanda aslinya, marilah kita melanjutkan pelajaran tentang Isim Mu'rab.